Feb 05 2009

turean

tentang rambut itu

Filed under 1, Kesaksian

Dengan terpaksa aku menulis tentang rambut. (Maaf, ini tentang kebotakan)  Berawal dari kejadian yang aku lihat di tempat pangkas rambut.Seorang lelaki paruh baya dengan segala daya upaya ingin menutupi kepala bagian depannya yang botak.Rambutnya subur tapi hanya yang di samping,makanya dia tarik rambut sisa itu keatas menutupi botaknya,dan dia berhasil.(sekali lagi maaf aku tak berniat melecehkan…)
Bagi sebagian orang ,rambut adalah mahkota,harga diri,kehormatan,kebanggaan,mata pencaharian,daya pesona,dan dll.Ada sebagian orang tak peduli kepalanya tumbuh rambut atau tidak,tapi sebagian besar orang menganggap bencana jika rambut di kepalanya mulai rontok .  Mahkota,kebanggaan,harga diri dan lain-lain hancur berantakan.  Temanku pada awal kebotakannya kemanapun dia pergi selalu memakai topi.  Jika topinya hilang rasa percaya dirinya seperti dipancung, tapi seiring waktu setelah dia menikah dia pede aja.Banyak pesohor dan ilmuwan berkepala plontos dan mereka percaya diri.   jadi tak perlulah kita meng-agung-agungkan rambut.  Itu hanyalah sesuatu yang tumbuh di kepala.  Biarlah dia longsor dan hilang dari kepala kita,tidak apa-apa .Toh, kita masih punya kepala.

6,078 responses so far

Jan 27 2009

turean

tentang seorang teman

Filed under Kesaksian

pada suatu waktu terjadi……..,

temanku selalu datang dengan mengusung semua kesusahan hidup yang dia alami.Seakan dari detik-kedetik pacuan waktu adalah derita. Selalu dari mulutnya menyeruak keluhan….

sepertinya setiap tarikan nafas seolah dia menelan pasir dan beling.

“Tuhan telah menggariskan hidupku seperti ini……bla….bla….bla….” aku trenyu.Tak ada yang dapat aku lakukan untuk temanku itu.

Ketika pertama aku mengenalnya ,dia lelaki yang kuat dan tampak perkasa.

setelah beberapa waktu berjalan dia datang lagi dengan tubuh makin ringkih dan seolah memikul bergunung beban.

Jakarta ternyata tak memihak padaku,dia hantam aku dengan kejam….”keluhnya lirih..

dia cerita tentang anaknya,istrinya,pekerjaannya yang sia-sia , saudara-saudaranya yang tak peduli,dst…..dst…dia tampak sangat menderita….setelah itu dia menghilang.

terakhir dia datang dengan wajah kuyuh dan badan makin kurus….

Istriku kabur dengan laki-laki lain,membawa serta anakku,” suaranya terdengar sangat mengiris perih …

(buat seorang teman yg entah kini di mana)

22 responses so far

Jan 27 2009

turean

tentang mati

Filed under Kesaksian

yang bernafas pasti mati,tinggal bagaimana cara matinya saja kita tak tahu.Tak ada manusia yang bisa lari darinya. Orang beragama atau ateis pasti mati.Kita akan sedih ditinggal, tapi itulah hidup.Manusia tak bisa menyogok malaikat supaya tak mencabut nyawa ketika memang telah tiba waktunya.Banyak kematian yang tak wajar dan kadang kita marah karenanya, kita tidak terima,kita menolak. Kita berontak…..seharusnya kematian tidak seperti itu.Kita protes…..tapi Yang empunya nafas hidup tak bisa diprotes.
   “Manusia Hidup Kemudian mati “kata temanku.
    “Betul”kataku,”Tapi diantara hidup kemudian mati itu,apa yang kita goreskan,kebatilan atau kebaikan.”

2 responses so far

Jan 25 2009

turean

tua

Filed under Kesaksian

dsc02032

Wajah-wajah itu telah tua.Begitu kesimpulan yang aku tangkap.
Aku menghadiri pertemuan perkumpulan kampungku di Jakarta awal des 08 setelah tiga tahunan aku tak pernah menghadiri pertemuan itu. Aku melihat wajah- wajah itu tua,waktu rupanya begitu cepat sehingga menjadi tua  itu terasa sekejap.tak terasa memang,tapi kok aku tak merasa tua, mungkin karena aku tak pernah memperhatikan wajahku didepan cermin ?!

6 responses so far

Jan 20 2009

turean

bara

Filed under iseng, sastra

adalah api yang tak banyak asapnya.Panas…
Ingat bara,ingat guruku dulu perna berkata “Peganglah bara api hendaklah menjadi arang
bahwa perjuangan itu harus dikerjakan sampai tuntas,begitu kira-kira artinya,tapi…, bisakah seperti itu  ???? belum tentu, siapa yang bisa ??? kadang semangat perjuangan itu akan runtuh seiring dengan terkikisnya keteguhan,dirayu oleh keadaan ,bersetubuh dengan belaian kompromi,mengandung keingkaran,melahirkan kekalahan.maka ,siapakah yang sanggup mengenggam api, apalagi sampai menjadi arang ?

jakarta , 25 nov 08

3,329 responses so far

Jan 18 2009

turean

tikus itu kumakan

Filed under iseng

tikus itu kumakan juga,setelah lima belas tahun lebih aku tak pernah lagi mencicipinya.Alangka enaknya .jangan perna berpikir itu tikus got, yang ini adalah “TUREAN” tikus yang hidup di pohon di hutan dalam di minahasa. Tikus ini menjadi makan faforit orang minahasa dalam acara-acara adat maupun syukuran orang minahasa. Orang luar minahasa mungkin ngeri membayangkan.Tikus di makan ,…ih….. tapi ini di sini di jantung kota jakarta aku menyantap si “tikus” itu dengan lahapnya, thank god. Kemarin aku dapat kiriman Turean dari temanku,ya….lumayanlah buat pelepas rindu. Cuma yang jadi masalah adalah orang sekelilingku yang muak dan jijik ketika aku mengatakan bahwa aku dapat kiriman tikus untuk dimakan . pasti bayangan mereka langsung ke tikus got yang besar-besar dan menjijikan yang sehari-hari lalu lalang dari got ke dapur .ih…. Tapi di sinilah darah yang menentukan. AKu telah lama merantau ke Jakarta tapi darah anak minahasa tetap mengalir deras. Dan Turean itu kusantap….hem…mantap, dan sambil mundur terucap……….. sepotong paha tikus kupersembahkan kepadamu hai tubuh semoga kau terima dengan lapang leher

3,930 responses so far