• 5

    Feb

    tentang rambut itu

    Dengan terpaksa aku menulis tentang rambut. (Maaf, ini tentang kebotakan) Berawal dari kejadian yang aku lihat di tempat pangkas rambut.Seorang lelaki paruh baya dengan segala daya upaya ingin menutupi kepala bagian depannya yang botak.Rambutnya subur tapi hanya yang di samping,makanya dia tarik rambut sisa itu keatas menutupi botaknya,dan dia berhasil.(sekali lagi maaf aku tak berniat melecehkan…) Bagi sebagian orang ,rambut adalah mahkota,harga diri,kehormatan,kebanggaan,mata pencaharian,daya pesona,dan dll.Ada sebagian orang tak peduli kepalanya tumbuh rambut atau tidak,tapi sebagian besar orang menganggap bencana jika rambut di kepalanya mulairontok . Mahkota,kebanggaan,harga diri dan lain-lain hancur berantakan. Temanku pada awal kebotakannya kemanapun dia pergi selalu memakai t
  • 27

    Jan

    tentang seorang teman

    pada suatu waktu terjadi…….., temanku selalu datang dengan mengusung semua kesusahan hidup yang dia alami.Seakan dari detik-kedetik pacuan waktu adalah derita. Selalu dari mulutnya menyeruak keluhan…. sepertinya setiap tarikan nafas seolah dia menelan pasir dan beling. “Tuhan telah menggariskan hidupku seperti ini……bla….bla….bla….” aku trenyu.Tak ada yang dapat aku lakukan untuk temanku itu. Ketika pertama aku mengenalnya ,dia lelaki yang kuat dan tampak perkasa. setelahbeberapa waktuberjalan dia datang lagi dengan tubuh makin ringkih dan seolah memikul bergunung beban. “Jakarta ternyata tak memihak padaku,dia hantam aku dengan kejam….”keluhnya lirih.. dia cerita tentang anaknya,istrinya,pekerjaannya yang
  • 27

    Jan

    tentang mati

    yang bernafas pasti mati,tinggal bagaimana cara matinya saja kita tak tahu.Tak ada manusia yang bisa lari darinya. Orang beragama atau ateis pasti mati.Kita akan sedih ditinggal, tapi itulah hidup.Manusia tak bisa menyogok malaikat supaya tak mencabut nyawa ketika memang telah tiba waktunya.Banyak kematian yang tak wajar dan kadang kita marah karenanya, kita tidak terima,kita menolak. Kita berontak…..seharusnya kematian tidak seperti itu.Kita protes…..tapi Yang empunya nafas hidup tak bisa diprotes. “Manusia Hidup Kemudian mati “kata temanku. “Betul”kataku,”Tapi diantara hidup kemudian mati itu,apa yang kita goreskan,kebatilan atau kebaikan.”
  • 25

    Jan

    tua

    Wajah-wajah itu telah tua.Begitu kesimpulan yang aku tangkap. Aku menghadiripertemuan perkumpulan kampungku di Jakartaawal des 08 setelah tiga tahunan aku tak pernah menghadiri pertemuan itu. Aku melihat wajah- wajah itu tua,waktu rupanya begitu cepat sehingga menjadi tua itu terasa sekejap.tak terasa memang,tapi kok aku tak merasa tua, mungkin karena aku tak pernah memperhatikan wajahku didepan cermin ?!
  • 20

    Jan

    bara

    adalah api yang tak banyak asapnya.Panas Ingat bara,ingat guruku dulu perna berkata Peganglah bara api hendaklah menjadi arang bahwa perjuangan itu harus dikerjakan sampai tuntas,begitu kira-kira artinya,tapi, bisakah seperti itu ???? belum tentu, siapa yang bisa ??? kadang semangat perjuangan itu akan runtuh seiring dengan terkikisnya keteguhan,dirayu oleh keadaan ,bersetubuh denganbelaian kompromi,mengandung keingkaran,melahirkan kekalahan.maka ,siapakah yang sanggup mengenggam api, apalagi sampai menjadi arang ? jakarta , 25 nov 08
  • 18

    Jan

    tikus itu kumakan

    tikus itu kumakan juga,setelah lima belas tahun lebih aku tak pernah lagi mencicipinya.Alangka enaknya .jangan perna berpikir itu tikus got, yang ini adalah “TUREAN” tikus yang hidup di pohon di hutan dalam di minahasa. Tikus ini menjadi makan faforit orang minahasa dalam acara-acara adat maupun syukuran orang minahasa. Orang luar minahasa mungkin ngeri membayangkan.Tikus di makan ,ih.. tapi ini di sini di jantung kota jakarta aku menyantap si “tikus” itu dengan lahapnya, thank god. Kemarin aku dapat kiriman Turean dari temanku,ya.lumayanlah buat pelepas rindu. Cuma yang jadi masalah adalah orang sekelilingku yang muak dan jijik ketika aku mengatakan bahwa aku dapat kiriman tikus untu...
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post